[TESTIMONI] Ketika Semua Jalan Terasa Buntu: Akhir Perjuangan Dua Tahun Takut Nasi di Thetamedika

Ketika Semua Jalan Terasa Buntu: Akhir Perjuangan Dua Tahun Takut Nasi di Thetamedika

Bagi seorang orang tua yang anaknya berjuang dengan masalah makan, perjalanannya seringkali panjang dan berliku. Daftar spesialis yang ditemui bisa jadi tak ada habisnya, dari dokter anak, ahli gizi, hingga berbagai klinik terapi. Namun, apa yang terjadi ketika semua jalan itu terasa buntu dan sang anak justru sampai pada titik menolak semua makanan utama? Inilah kisah nyata penuh perjuangan dari seorang ibu, yang setelah mencoba segalanya, menemukan titik terang di tempat yang tak terduga.

Dalam sebuah ulasan yang tulus, seorang ibu dengan akun “OutQif” membagikan perjalanannya yang luar biasa. Ia menegaskan, “Ini ga promosiin yaa, cuma testi real yang pernah aku alami…” Sebuah awal yang menandakan kejujuran dari lubuk hati.

Ia melukiskan sebuah kondisi di titik terendah, di mana anaknya “ga mau makanan utama (nasi, prohe, sayur dll) bahkan kue’ basah jg gamau.” Asupan hariannya hanya bergantung pada susu formula tinggi kalori dan camilan. Ini adalah mimpi buruk bagi orang tua mana pun, melihat anaknya menolak sumber gizi esensial.

Yang membuat kisah ini begitu kuat adalah daftar panjang usaha yang telah ditempuhnya. “Jgn ditanya udh usaha apa aja,” tulisnya, “gonta-ganti DSA, ahli gizi, ke feeding therapist, klinik terapi tumbuh kembang, cek lap, terapi makan.” Ia telah mengetuk setiap pintu konvensional, mencari jawaban dari para ahli, namun masalah inti tetap ada. Anaknya masih terjebak dalam ketakutan terhadap makanan.

Di tengah keputusasaan inilah, ia mengambil sebuah langkah berani “dengan kesadaran penuh,” yaitu membawa anaknya ke hipnoterapi di Thetamedika Kids Surabaya. Ini bukan lagi sekadar mencoba-coba, melainkan sebuah keputusan sadar untuk menempuh jalan yang berbeda, yang menyentuh akar masalah dari sisi psikologis.

Hasilnya? Sebuah kemajuan yang ia sendiri gambarkan dengan takjub. “Percaya ga percaya 1 bln selesai terapi langsung gacorr bgt,” katanya. Ia realistis, kemajuannya tidak instan menjadi “lahap banget,” namun ada perubahan fundamental yang terjadi. “Tapi udahh mau coba makanan utama, terutama nasi prohe udah mau.” Anak yang tadinya menolak semua, kini memiliki keinginan untuk mencoba. Ini adalah terobosan pertama yang paling krusial.

Puncak dari kebahagiaan dan keharuannya datang dari sebuah momen sederhana yang telah ia nantikan selama dua tahun. “Yang bikin aku terharu jugaa dia udah bisa minta ‘mah, aku laper mau makan nasii’, bener” bikin nangiss haru kala itu,” tulisnya.

Kalimat permintaan dari sang anak itu menjadi bukti penyembuhan yang paling dalam. Setelah “perjalanan 2th dia takut nasii,” anak itu tidak lagi dipaksa, melainkan terdorong dari dalam dirinya sendiri untuk meminta makanan yang paling ia takuti. Air mata haru sang ibu adalah luapan emosi dari penantian panjang, dari semua pintu yang tertutup, dan dari kelegaan luar biasa karena akhirnya menemukan jawaban.

Kisah ini adalah testimoni bagi para orang tua yang mungkin merasa di titik yang sama: sudah mencoba segalanya namun belum menemukan hasil. Ini adalah bukti bahwa terkadang, kunci untuk membuka masalah perilaku yang kompleks terletak di pikiran bawah sadar, dan hipnoterapi profesional dapat menjadi jalan untuk menemukannya.

Pusat Bantuan
Theta Website Logo